Ilustrasi: Okman Ghadova |
Seribu bulan pada semalam
Seribu kebaikan pada satu kebaikan
Berjuta kemenangan dalam sebulan
Tidakkah mengusik nurani?
Duhai jiwa, betapa terbuai dalam embusan hawa
Gerimis hujan telah reda
Butiran embun masih bertahan di ujung helai daun pisang
Tanah pun hitam basah menyambutnya
Mentari kecil menyibak sekawan awan
Menyuplai energi pada tetumbuhan bumi
Lama kelamaan semakin benderang
Sampai badan akan gemetaran
Rembulan muncul dari balik kabut
Tersenyum manis bagaikan budiadari
Kelembutannya datangkan bahagia
Sampai lupa pada jati dirinya
Semut-semut berbaris teratur
Dari bayi sampai yang renta
Mulut mengunyah mencicipi manis
Bukanlah gula, tapi manis Ramadhan
Mata tak buta banyak melihat
Telinga tak bersumbat banyak mendengar
Pikiran tak terpagar mengukir angan-angan
Parit kehinaan merajut hari-hari
Karena Tuhan menyayangi
Bukan memaki
Diterimanya yang bercela
Hanya pada bulan yang cemerlang
Marhaban ya Ramadhan
Baca Juga:
- Berani? Ayo Sambangi Gua Ular di Padang Tiji
- Pantun Doorsmeer Hati
- Asai Mula Guha Tujoh (Part 1)
- Asai Mula Guha Tujoh (TAMAT)
0 Comments:
Post a Comment
Terima kasih atas kunjungan Anda, tetaplah membaca artikel selanjutnya.